Electronics Art: Kulihat Kubeli Kututup

Siapa yang tidak kenal Electronic Arts salah satu publisher besar yang mempunyai deretan game-game jempolan dan juga terkenal sebagai sebuah perusahaan penerbit berbagai macam produk multimedia, termasuk game. Ada banyak sekali game yang telah diterbitkan oleh EA, sebut saja Need for Speed, FIFA, Mass Effect, Star Wars Battle Front, Battlefield dan masih banyak lainnya. EA memiliki cukup banyak reputasi dan sudah terkenal di semua kalangan gamer.

Namun, reputasi yang ada justru membuat perusahaan besar yang satu ini malah banyak dibenci. Pasalnya, EA sering kali membeli sebuah studio, namun kemudian malah ‘mematikan’ studio tersebut sehingga merugikan orang-orangyang terkait di dalamnya. Kali ini Jaka akan memberikan kamu informasi dari beberapa studio yang pernah dibeli EA dan kemudian dimatikan oleh mereka sendiri. Berikut beberapa studio yang dimaksud.

 

1. Maxis

Bagi kamu yang menyukai game simulasi Sim series, baik itu SimCity atau The Sims, pasti sudah tahu dong developer yang satu ini. Ya, Maxis inilah yang membuat game terlaris sepanjang masa tersebut. The Sims (2000), The Sims 2 (2004), dan lain-lain adalah bukti dari kesuksesan sebuah studio Maxis.

Studio yang dibentuk pada tahun 1987 ini kemudian diakusisi oleh EA pada tahun 1997 dengan harga sebesar US$125 juta. Namun sayangnya, pada Maret 2015 lalu, EA secara resmi menutup Studio Maxis. Meskipun EA mengatakan akan terus menggunakan kata “Maxis” dalam produksi game-nya, namun tetap saja studio tersebut sudah tidak ada, 

2. WestWood

WestWood Studios adalah sebuah studio pengembang video game yang berdiri di Las Vegas, Nevada. Studio ini didirikan oleh Brett Sperry dan Louis Castle pada tahun 1985. Studio yang satu ini terkenal sebagai developer dari pembuat game Command and Conquer, di mana game tersebut berhasil memecahkan rekor dengan total penjualan lebih dari 10 juta copy.

Namun sayangnya, studio yang telah membuat game populer tersebut harus dimatikan juga oleh EA pada 2003 lalu. Langkah EA tersebut kemudian membuat Brett Sperry dan dua temannya harus membentuk sebuah studio baru bernama Jet Set Games.

3. Black Box Games

Black Box Games terkenal sebagai developer yang sukses membuat game Need for Speed Series lawas, seperti Most Wanted, Carbon, dan lain-lain. Studio game yang terletak di Burnaby, British Columbia ini pertama kali didirikan pada 1998 oleh mantan karyawan Radical Entertainment dan kemudian diakuisisi oleh EA.

Selain game Need for Speed series, studio yang juga dikenal sebagai EA Black Box ini juga pernah membuat game Skate dan Nascar yang terkenal pada masanya. Kini, studio tersebut sudah ditutup oleh EA pada April 2013 lalu.

4. NuFX

NuFX adalah sebuah studio game yang berkantor pusat di Hoffman Estates, Illinois, Amerika Serikat. Studio yang dibentuk pada tahun 1990 ini terkenal sebagai developer yang membuat seri video game NBA Street.

Semenjak diakusisi oleh EA pada Februari 2004 lalu, studio ini berganti nama menjadi EA Chicago. Namun sayang, pada 6 November 2007 lalu, EA harus menutup studio ini dengan alasan gagal memenuhi target keuntungan.

5. Pandemic

Pandemic Studios adalah sebuah studio pengembang game yang pertama kali didirikan pada tahun 1998. Studio ini merupakan pengembang video game Amerika dan Australia yang memiliki kantor di Los Angeles, California dan Brisbane, Australia. Pada 2008, studio ini juga diakusisi oleh EA.

Namun, EA kembali menutup salah satu studionya ini, yaitu Pandemic. Studio yang telah melahirkan banyak game terkenal, seperti Star Wars: Battlefront series, The Saboteur dan lain-lain harus menerima keputusan EA dan akhirnya resmi ditutup pada 2009 lalu.

Nah, itulah beberapa studio terkenal yang ditutup oleh Electronic Arts, sebagai parent company dari studio tersebut. 

 

LATEST NEWS

You will get 1x Starting Pack!

CEO Perusahaan Game mengalahkan Kekayaan Jack Ma

4 hal mengenai Android P

4 Smartphone Android Terbaru dan Terbaik di Ajang CES 2018

Kejutan kreatif untuk pecinta Nintendo